Untuk bumi yang lestari

Kabar Baru| 19 Februari 2025

Restorasi Ekosistem Tidak Mahal

Dunia hanya butuh kurang dari 3% PDB Global untuk memulihkan lahan terdegradasi. Restorasi ekosistem tak mencapai 1% PDB.

Lahan terdegradasi (foto: World Economic Forum)

PARA ahli menghiutng setidaknya 40% lahan terdegradasi di seluruh dunia. Sebanyak 115 negara telah sepakat untuk merestorasi hampir satu miliar hektare lahan terdegradasi dalam sepuluh tahun kedepan. Berapa biaya restorasi ekosistem?

Menurut analisis yang dipublikasikan di Land Degradation and Development, untuk memulihkan lahan terdegradasi di dunia seluas 626-812 juta hektare butuh dana sekitar US$ 311 miliar hingga US$ 2,1 triliun. Jumlah tersebut hampir dua kali Produk Domestik Produk (PDB) Indonesia yang sebesar US$ 1,3 triliun.

Konstruksi Kayu

Dana tersebut memang sangat besar. Namun jika dibandingkan PDB global, jumlah tersebut hanya berkisar 0,38%-2,65% dari PDB global tahunan. Jika dibagi dalam komitmen 10 tahun, biaya restorasi lahan basah berarti hanya memakan 0,04%-0,27% dari PDB global tahunan, alias kurang dari 1% dari PDB global tahunan.

Untuk mendapatkan angka tersebut, tim peneliti menganalisis data dari 243 proyek restorasi di seluruh dunia. Data restorasi yang dianalisis mencakup luas, mulai dari memulihkan ekosistem ke kondisi alami, merehabilitasi lahan untuk pertanian, hingga memperbaiki cara pengelolaan lahan saat ini.

Mereka menemukan adanya variasi biaya sangat besar untuk berbagai tipe proyek restorasi. Angkanya Rp 3 juta per hektare untuk restorasi yang berfokus pada manajemen hutan hingga Rp 48,9 juta rupiah per hektare untuk restorasi yang menggunakan sistem silvopastura.

Selain itu, sebagian besar komitmen restorasi terkonsentrasi di negara-negara berkembang. Terutama di sub-Sahara Afrika, yang menyumbang hampir setengah dari seluruh komitmen global. Namun, biaya restorasi di area sub-Sahara Afrika akan memakan 6-38% dari PDB, jauh lebih tinggi dibanding restorasi secara global.

Negara-negara kecil berpendapatan rendah harus menanggung kebutuhan restorasi terbesar. Namun mereka tidak mampu mendanai aksi restorasi yang dibutuhkan. Mau tidak mau, setiap negara perlu melakukan subsidi silang.

Setidaknya butuh biaya US$ 311 miliar hingga US$ 2,1 triliun untuk restorasi lahan terdegradasi juga masih sangat kecil dibanding biaya kehancuran hutan dan lahan. Biaya degradasi hutan dan lahan per tahun mencapai US$ 6,3 triliun.

Selain itu, proyek restorasi memberikan manfaat signifikan daripada biaya yang dikeluarkan. Satu kajian menemukan bahwa restorasi memiliki efek pengganda terhadap pendapatan antara 1,6 hingga 2,6 kali lipat. Serta memberi efek pengganda lapangan kerja antara 1,5 hingga 3,8 kali lipat. Dalam studi lain, diperkirakan bahwa setiap dolar yang diinvestasikan untuk restorasi hutan akan menghasilkan manfaat ekonomi sebesar 114 ribu rupiah sampai Rp 500 ribu.

Ikuti percakapan restorasi ekosistem di tautan ini

BERSAMA MELESTARIKAN BUMI

Ketika informasi makin marak, peristiwa-peristiwa tak lagi berjarak, jurnalisme kian penting untuk memberikan perspektif dan mendudukkan soal-soal. Forest Digest memproduksi berita dan analisis untuk memberikan perspektif di balik berita-berita tentang hutan dan lingkungan secara umum.

Redaksi bekerja secara voluntari karena sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja di banyak profesi. Dengan visi "untuk bumi yang lestari" kami ingin mendorong pengelolaan hutan dan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Dukung kami mewujudkan visi dan misi itu dengan berdonasi atau berlangganan melalui deposit Rp 50.000.




Alumnus Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB

Topik :

Bagikan

Terpopuler

Komentar



Artikel Lain